India Sita Aset Reliance Anil Ambani Group Senilai $351 Juta Terkait Pencucian Dana Publik
Cuaninsight – Kasus dugaan pencucian uang kembali mengguncang dunia bisnis India. Direktorat Penegakan Hukum (Enforcement Directorate / ED) India dilaporkan telah membekukan aset properti senilai lebih dari $351 juta (setara sekitar Rp5,6 triliun) milik Reliance Anil Ambani Group.
Langkah ini merupakan bagian dari penyelidikan terhadap dugaan penyelewengan dan pencucian dana publik yang berasal dari pinjaman bank besar di India, YES Bank, antara tahun 2017 hingga 2019.
Dalam pernyataannya pada Senin (27/10), ED mengungkapkan telah memblokir transaksi terhadap berbagai properti residensial dan lahan yang tersebar di Mumbai, Delhi, dan Chennai. Aset yang dibekukan termasuk rumah keluarga Anil Ambani di Mumbai, yang dikenal sebagai salah satu kawasan elit di India.
Kasus Berawal dari Pinjaman YES Bank
Menurut keterangan resmi ED, kasus ini berakar dari pinjaman lebih dari 47 miliar rupee (sekitar $569 juta) yang diberikan YES Bank kepada sejumlah entitas di bawah kendali Reliance Anil Ambani Group (R-ADAG).
Investigasi menemukan bahwa dana tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Dana pinjaman dari satu entitas digunakan untuk melunasi pinjaman entitas lain, bahkan ada sebagian yang dialihkan ke pihak terkait dan diinvestasikan dalam reksa dana — yang melanggar ketentuan perjanjian kredit.
ED menyebut hal ini sebagai bentuk “pengalihan dana publik secara curang (fraudulent diversion of public money)”, yang menimbulkan kerugian signifikan bagi sektor keuangan.
Perusahaan Terkait dan Dugaan Pencucian Uang
Dua anak perusahaan utama di bawah R-ADAG, yaitu Reliance Home Finance Ltd dan Reliance Commercial Finance Ltd, disebut sebagai pusat dugaan praktik tersebut.
Menurut laporan penyelidik, kedua perusahaan tersebut menerima lebih dari 100 miliar rupee (sekitar $1,1 miliar) dana publik, termasuk pinjaman dari YES Bank. Dana itu kemudian diduga dialirkan melalui perusahaan cangkang (shell companies) untuk tujuan yang tidak transparan.
ED juga menyoroti adanya dugaan bahwa pihak Reliance Group melakukan pembayaran kepada sejumlah pejabat YES Bank sebelum pencairan pinjaman — indikasi kuat adanya praktik suap dan kolusi antara pihak korporasi dan lembaga keuangan.
Reliance Group Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini diturunkan, Reliance Anil Ambani Group belum memberikan pernyataan resmi atau tanggapan publik atas tuduhan tersebut. Pihak YES Bank pun tidak segera merespons permintaan komentar dari media lokal dan internasional.
Sementara itu, ED juga tengah melakukan penyelidikan terpisah terhadap Reliance Communications Ltd, salah satu entitas lain di bawah grup yang sama. Dalam kasus itu, lebih dari 136 miliar rupee (sekitar $1,5 miliar) diduga telah diselewengkan melalui skema “loan evergreening” dan pemindahan dana antarperusahaan.
Konteks: Persaingan Dua Saudara Besar India
Kasus ini kembali menyoroti perbedaan nasib antara dua saudara konglomerat paling terkenal di India — Mukesh Ambani dan Anil Ambani.
Mukesh Ambani, pemilik Reliance Industries, kini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan lebih dari $120 miliar. Sementara sang adik, Anil Ambani, yang dulunya sempat menjadi miliarder, kini menghadapi sejumlah tekanan finansial dan kasus hukum setelah perusahaannya dilanda utang besar.
Pembekuan aset senilai $351 juta ini menandai babak baru dalam kejatuhan bisnis Anil Ambani, yang sebelumnya juga sempat digugat oleh sejumlah kreditor internasional akibat gagal bayar utang.
Kasus Anil Ambani Group ini memperlihatkan betapa kompleksnya hubungan antara korporasi besar, lembaga keuangan, dan sistem hukum di India.
Langkah tegas ED untuk membekukan aset dalam jumlah besar menunjukkan komitmen pemerintah India dalam memerangi pencucian uang dan penyelewengan dana publik. Namun, kasus ini juga menjadi peringatan bagi dunia bisnis tentang pentingnya transparansi, tata kelola perusahaan, dan integritas keuangan dalam menjaga reputasi jangka panjang.

