IHSG Berpeluang Tembus 9.200, Saham Rekomendasi Analis Diburu Investor
Cuaninsight – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan sinyal penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa 20 Januari 2026. Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 9.133 pada penutupan perdagangan sebelumnya, indeks diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan reli menuju area 9.200.
Pada perdagangan Senin 19 Januari 2026, IHSG menguat 0,64 persen dan berhasil menembus level all time high (ATH). Kinerja tersebut didorong oleh dominasi volume beli yang cukup solid, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Kondisi ini membuat optimisme pelaku pasar tetap terjaga, meskipun sebagian investor mulai lebih selektif dalam menentukan saham incaran.
Analisis Teknikal: IHSG Masih di Fase Penguatan
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase lanjutan tren naik. Secara teknikal, indeks diperkirakan masih berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], yang menandakan momentum bullish belum sepenuhnya berakhir.
Dalam risetnya, Herditya menyebutkan area penguatan IHSG berada di kisaran 9.123 hingga 9.151. Sementara itu, level support diperkirakan berada di 9.008 dan 8.956, sedangkan resistance terdekat berada pada area 9.152 hingga 9.192.
Level support merupakan area di mana tekanan beli biasanya meningkat sehingga menahan penurunan harga. Sebaliknya, resistance menjadi area rawan aksi ambil untung yang dapat memperlambat kenaikan indeks.
Jika IHSG mampu menembus resistance tersebut secara konsisten, peluang menuju level psikologis 9.200 akan semakin terbuka.
Rekomendasi Saham Pilihan dari MNC Sekuritas
Di tengah tren positif pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dinilai menarik untuk strategi buy on weakness maupun speculative buy.
Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) direkomendasikan buy on weakness pada kisaran harga Rp 2.670 hingga Rp 2.720, dengan target harga Rp 2.840 sampai Rp 3.030. Level stoploss disarankan di bawah Rp 2.570.
Selanjutnya, PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) juga masuk radar dengan rekomendasi buy on weakness di area Rp 264 hingga Rp 268, target harga Rp 280 sampai Rp 296, serta stoploss jika turun ke bawah Rp 262.
Untuk investor dengan profil risiko lebih agresif, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) direkomendasikan speculative buy di kisaran Rp 545 hingga Rp 565, dengan target harga Rp 620 sampai Rp 660 dan stoploss di bawah Rp 540.
Phintraco Sekuritas: Target IHSG 9.150–9.200
Pandangan serupa disampaikan oleh Phintraco Sekuritas. Berdasarkan indikator teknikal, histogram MACD tercatat masih positif dan terus melebar, sejalan dengan meningkatnya volume transaksi beli.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI masih bergerak di area overbought, yang menandakan minat beli pasar tetap tinggi meskipun mulai mendekati area jenuh beli. Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG masih berpeluang menguji area 9.150 hingga 9.200 dalam waktu dekat.
Saham Perbankan Jadi Penopang, Risiko Global Tetap Diwaspadai
Phintraco Sekuritas menilai potensi kenaikan IHSG masih akan ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, seiring mendekatnya musim rilis laporan keuangan dan ekspektasi pembagian dividen.
Namun, investor tetap diminta mewaspadai sentimen eksternal, khususnya meningkatnya ketegangan antara Eropa dan Amerika Serikat yang dapat berdampak pada arus modal asing dan nilai tukar rupiah.
Pada perdagangan sebelumnya, rupiah tercatat melemah ke level Rp 16.955 per dolar AS, yang berpotensi memicu volatilitas tambahan di pasar saham domestik.
Rekomendasi Saham Pilihan dari Phintraco Sekuritas
Selain saham-saham rekomendasi dari MNC Sekuritas, Phintraco Sekuritas juga menyarankan investor untuk mencermati beberapa emiten berikut:
* PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
* PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
* PT Indointernet Tbk (INET)
* PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
* PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi menarik baik dari sisi teknikal maupun prospek kinerja fundamental jangka menengah.

