IHSG Anjlok ke 7.022, Asing Justru Net Buy Rp1,02 Triliun

Cuaninsight –  Pergerakan pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan pada awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah cukup dalam pada perdagangan Senin, mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi pasar keuangan domestik.

Meski demikian, di tengah koreksi tajam indeks, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih dalam jumlah besar. Fenomena ini menimbulkan perhatian pelaku pasar karena menunjukkan adanya peluang yang dimanfaatkan investor global saat harga saham terkoreksi.

IHSG Turun Empat Hari Berturut-turut

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melemah 114,92 poin atau 1,61% ke level 7.022,28 pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2026).

Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di zona negatif dengan rentang pergerakan antara 6.917 sebagai level terendah dan 7.120 sebagai level tertinggi.

Pelemahan ini sekaligus memperpanjang tren koreksi pasar saham domestik yang sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut.

Tekanan pada IHSG juga tercermin dari dominasi saham yang mengalami penurunan harga. Dari seluruh saham yang diperdagangkan:

  • 542 saham melemah
  • 180 saham menguat
  • 98 saham stagnan

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi sentimen pasar.

Aktivitas Perdagangan Tetap Ramai

Meskipun IHSG melemah, aktivitas perdagangan saham di pasar masih tergolong tinggi.

Total volume transaksi pada hari tersebut mencapai 32,07 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp15,98 triliun.

Tingginya aktivitas perdagangan menunjukkan bahwa pelaku pasar masih aktif melakukan transaksi, baik untuk aksi ambil untung, cut loss, maupun akumulasi saham tertentu yang dinilai menarik setelah koreksi.

Investor Asing Justru Net Buy Jumbo

Menariknya, di tengah pelemahan IHSG, investor asing justru mencatatkan net buy atau beli bersih sebesar Rp1,02 triliun di seluruh pasar.

Aksi beli bersih ini mengindikasikan bahwa investor global masih melihat potensi pada sejumlah saham di pasar domestik, terutama pada sektor komoditas, energi, dan tambang yang belakangan kembali menarik perhatian.

Pergerakan ini juga sering diartikan oleh pelaku pasar sebagai sinyal akumulasi jangka menengah hingga panjang.

Daftar 10 Saham yang Paling Banyak Diborong Asing

Berikut adalah daftar saham yang mencatatkan nilai net buy terbesar oleh investor asing pada perdagangan Senin:

  1. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) – Rp564,6 miliar
  2. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) – Rp472,93 miliar
  3. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp166,71 miliar
  4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp100,49 miliar
  5. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) – Rp82,42 miliar
  6. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp53,25 miliar
  7. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) – Rp41,12 miliar
  8. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) – Rp40,58 miliar
  9. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) – Rp40,35 miliar
  10. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) – Rp38,02 miliar

Dari daftar tersebut terlihat bahwa saham-saham sektor tambang, energi, dan komoditas masih menjadi incaran utama investor asing.

Sentimen Pasar Masih Perlu Diwaspadai

Meskipun aksi net buy asing memberikan sinyal positif, pelaku pasar tetap perlu mencermati berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan pasar saham.

Sentimen global, pergerakan harga komoditas, serta dinamika ekonomi internasional masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah IHSG dalam jangka pendek.

Namun demikian, masuknya dana asing dalam jumlah besar dapat menjadi indikator bahwa investor global masih melihat potensi pertumbuhan pada pasar saham Indonesia.

Jika tren akumulasi ini berlanjut, bukan tidak mungkin IHSG akan menemukan momentum untuk kembali bergerak stabil dalam beberapa waktu mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *