Harimas Tunggal Perkasa Lepas 316,5 Juta Saham IMPC, Free Float Naik
Cuaninsight – Pergerakan modal besar kembali mewarnai Bursa Efek Indonesia jelang tutup tahun 2025. PT Harimas Tunggal Perkasa, salah satu pemegang saham utama PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), melepas 316,50 juta saham IMPC secara bertahap pada 17–18 Desember 2025. Aksi jual ini menjadi sorotan karena dilakukan saat harga saham IMPC menunjukkan penguatan signifikan setelah performa keuangan perusahaan melonjak.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI (22/12/2025), penjualan terbagi dalam dua sesi:
- 17 Desember 2025: 96,50 juta saham dilepas di harga Rp 2.950
- 18 Desember 2025: 220 juta saham dilego pada Rp 3.000
Jika dikalkulasi kasar, nilai transaksi Harimas mencapai kisaran Rp 930–950 miliar, tergantung pembulatan harga rata-rata. Menurut keterangan resmi, tujuan aksi ini adalah “realisasi investasi dan meningkatkan free float”, dengan status kepemilikan langsung.
Kepemilikan Turun Tetapi Tetap Dominan
Pasca penjualan tersebut, Harimas kini menggenggam:
- 20,69 miliar saham
- Setara 37,70% kepemilikan
- Sebelumnya, portofolio Harimas berada di level:
- 21,01 miliar saham
- Mencerminkan 38,27% kepemilikan
Penurunan 0,57 poin persentase ini masih menempatkan Harimas sebagai pemegang saham dominan, tetapi memberi ruang lebih besar bagi investor publik.

Harga Saham IMPC Justru Menguat
Yang menarik, aksi divestasi tidak menekan harga. Pada perdagangan sesi kedua Senin (22/12/2025):
Harga IMPC naik 0,55% ke Rp 3.660
Dibuka menguat di Rp 3.700
Tertinggi Rp 3.720, terendah Rp 3.610
Volume perdagangan 96.675 lot
Nilai transaksi harian Rp 35,4 miliar
Sentimen positif didorong fundamental kuartal III yang solid serta optimisme investor pasca PMTHMETD.
Fundamental: Laba Bersih Tumbuh 15,5%, Pendapatan Tembus Rp 3 T
Di sembilan bulan pertama 2025, IMPC mencetak:
- Laba bersih Rp 466 miliar
- Naik 15,5% yoy dari Rp 403 miliar
- Margin bersih naik dari 14,5% → 15,4%
- Pendapatan juga meningkat:
- Naik 9% menjadi Rp 3 triliun
- Dari periode setara 2024 sebesar Rp 2,8 triliun
Direktur Utama Haryanto Tjiptodihardjo menyebut kinerja ini mencerminkan ketahanan dan daya saing IMPC di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Private Placement September: Dana Rp 486 Miliar Masuk
Pada September 2025, IMPC melakukan PMTHMETD (private placement) dengan melepas 600 juta lembar saham baru.
Dana Rp 486 miliar ini dialokasikan untuk:
- belanja modal (capex)
- modal kerja
- pelunasan utang bank
- Dampaknya signifikan pada neraca:
- kas naik jadi Rp 677 miliar
- liabilitas turun 16,3% yoy
- DER membaik jadi 0,3x
- Perusahaan juga sedang menjajaki potensi akuisisi domestik maupun luar negeri.
Transaksi Negosiasi Jumbo Rp 1,3 Triliun
Sentimen terhadap IMPC makin panas sejak 11 Desember 2025, ketika transaksi pasar negosiasi mencapai Rp 1,3 triliun dalam tiga kali deal. Harga melesat 46,8% ke Rp 3.670, volume 4,4 juta saham.
Di pasar reguler, harga melonjak 3% ke Rp 3.780, volume mencapai 5,08 juta saham, dan nilai transaksi harian saham tembus Rp 1,6 triliun.
Google Finance mencatat:
- IMPC naik 32,63% dalam sebulan
- Meroket 955,87% year-to-date
- Kenaikan hampir 10 kali lipat setahun penuh menjadikan IMPC salah satu top performer bursa 2025.
Kontras: IHSG Justru Melemah
Pada hari yang sama:
IHSG turun 0,92% ke 8.620,48
LQ45 melemah 1,15%
Sebanyak 500 saham turun vs 201 naik
Artinya, IMPC berkinerja outlier terhadap pasar dan menjadi magnet transaksi.
Kesimpulan Cuan Insight
Aksi Harimas melepas 316,5 juta saham dapat dibaca sebagai:
- profit-taking sehat setelah IMPC multibagger
- upaya mendorong likuiditas & free float
- sinyal kepercayaan terhadap valuasi saat ini
- aksi selaras dengan fundamental yang terus membaik
Selama kinerja operasional tumbuh, ekspansi terdanai, dan leverage terjaga, IMPC berpotensi tetap menjadi saham momentum di 2026—meski volatilitas jangka pendek bisa meningkat.

