Harga Bitcoin Anjlok ke ke Rp 1,5 Miliar: Tanda Rebound atau Awal Bear Market?
Cuaninsight – Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan tajam setelah mengalami koreksi signifikan pada November 2025. Aset kripto paling besar itu tercatat menyentuh level sekitar US$ 92.500 per koin — atau setara dengan ±Rp 1,54 miliar (kurs Rp 16.700/US$) — yang merupakan titik terendah dalam enam bulan terakhir.
Apa yang Terjadi?
Harga Bitcoin sempat mencapai level tertinggi pada Oktober 2025 sebelum kemudian mengalami akselerasi penurunan. Sebagai contoh, Reuters melaporkan bahwa pada 18 November 2025, Bitcoin jatuh di bawah US$ 90.000 untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan, karena investor mengurangi eksposur ke aset berisiko.
Sementara itu, analis dari CoinDesk mencatat bahwa Bitcoin telah menghapus seluruh keuntungan tahun ini dan mengalami penurunan mingguan hingga hampir 13%.
Faktor-faktor Pemicu Penurunan
Beberapa faktor utama diyakini mendorong kejatuhan harga Bitcoin:
Harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) menipis, yang mengurangi daya tarik aset berisiko seperti kripto. Misalnya, probabilitas pemangkasan suku bunga pada Desember telah turun signifikan.
Sentimen pasar yang melemah, termasuk kekhawatiran terhadap data ekonomi AS yang tertunda serta pasar saham teknologi yang terguncang. Situasi ini menurunkan minat investor terhadap aset spekulatif.
Teknikal yang menunjukkan peringatan, seperti pola bearish ABCD yang terbentuk pada grafik Bitcoin, memunculkan risiko koreksi lebih dalam ke zona support sekitar US$ 83.800 atau bahkan lebih rendah.

Apakah Ini Menandakan Fase Bull Run Selesai?
Mengingat penurunan signifikan, banyak investor bertanya: Apakah era bull run untuk Bitcoin telah berakhir? Jawabannya belum sejelas itu — tetapi beberapa sinyal memberi petunjuk bahwa fase pengumpulan atau koreksi besar tengah berlangsung. Misalnya, satu laporan menyebut bahwa kerugian yang terealisasi mulai stabil, yang dalam siklus kripto historis sering kali mendahului rebound potensial.
Namun, gagal mempertahankan support kunci seperti US$ 98.000 dapat membuka jalan ke zona yang lebih rendah (US$ 74.000–US$ 60.000) seperti yang pernah terjadi dalam siklus sebelumnya.
Dengan begitu, sementara potensi bull run belum dinyatakan usai, kondisi sekarang lebih cenderung sebagai fase pendewasaan pasar atau konsolidasi.
Apakah Masih Ada Peluang?
Ya — terdapat beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan investor:
Indikator seperti MVRV Z-Score menunjukkan bahwa Bitcoin kini berada pada zona undervalued dibanding rata-rata historis.
Beberapa analis melihat bahwa kerugian jangka pendek telah terkunci, dan mungkin saja momen akumulasi besar mulai terbuka.
Namun demikian, investor harus tetap waspada dan menyadari bahwa volatilitas saat ini sangat tinggi, dan koreksi yang lebih dalam tetap mungkin terjadi.
Kesimpulan dan Tips untuk Investor
Harga Bitcoin telah mengalami koreksi signifikan pada November 2025, dan belum jelas apakah ini akhir dari bull run atau hanya koreksi sementara.
Faktor suku bunga, sentimen pasar, dan teknikal menjadi kunci pemicu turunnya harga. Investor disarankan untuk melakukan riset, mempertimbangkan horizon jangka panjang, dan siap menghadapi volatilitas besar. Penting untuk menjaga eksposur dan tidak terjebak FOMO ketika harga mulai bergerak cepat.

