ESG & Kolaborasi Strategis: Cara IFG Dorong Industri Asuransi BUMN Menuju Era Baru
Cuaninsight – Industri asuransi nasional sedang memasuki babak baru, dan Indonesia Financial Group (IFG) menjadi salah satu aktor utama yang mendorong perubahan tersebut. Sebagai Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi, IFG kini menegaskan fokus perusahaan bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga kontribusi berkelanjutan untuk lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social & Governance/ESG).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa IFG ingin memastikan bisnis asuransi di Indonesia berjalan secara sehat, profesional, transparan, dan berintegritas — sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi BUMN.
Transformasi IFG: Lebih dari Sekadar Bisnis
IFG menegaskan bahwa strategi perusahaan saat ini berada pada arah menciptakan nilai tambah positif, tidak hanya bagi para pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas. Fokus itu diterjemahkan melalui berbagai inisiatif seperti:
- Mendorong praktik bisnis yang lebih sehat dan bersih di industri asuransi dan penjaminan
- Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk masyarakat, termasuk sektor UMKM dan ritel
- Sinergi antar anggota holding untuk meningkatkan efisiensi operasional
- Transformasi budaya perusahaan yang dilakukan terus-menerus
Dengan strategi tersebut, IFG ingin menciptakan ekosistem bisnis yang kuat dan berkelanjutan — bukan sekadar mengejar angka laba jangka pendek.
ESG sebagai Fondasi: Untuk Dampak Jangka Panjang
Komitmen perusahaan terhadap ESG diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis empat pilar utama.
Program ini dirancang untuk memberi dampak nyata jangka panjang, mendorong perubahan perilaku positif, dan menciptakan manfaat inklusif bagi masyarakat.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat integrasi ESG ke dalam seluruh strategi bisnis.
“Program sosial kami dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang dan mendorong perubahan perilaku positif. Ke depan, IFG akan terus memperkuat integrasi prinsip ESG sebagai bagian dari strategi bisnis, memastikan setiap langkah transformasi membawa manfaat nyata dan inklusif,” ujar Denny, Jumat (21/11/2025).
Konsistensi tersebut juga berbuah hasil: IFG berhasil meraih penghargaan ESG Appreciation 2025 kategori Social Innovation atas keberhasilan implementasi program sosial berbasis keberlanjutan.
Penghargaan ESG Appreciation sendiri diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki komitmen nyata terhadap keberlanjutan, memberi kontribusi terhadap masyarakat serta meningkatkan daya saing nasional.
Upaya Rekonstruksi Citra: IFG Life Lepas dari Bayang-Bayang Jiwasraya
Perjalanan transformasi juga terjadi pada IFG Life, salah satu anggota holding yang selama ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah penyelamatan polis Jiwasraya.
Melalui sebuah pernyataan, Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi menegaskan bahwa era baru sudah dimulai.
“IFG Life dulu lahir memang karena penyelamatan polis Jiwasraya. Tapi saat ini kami punya keinginan untuk tidak mengasosiasikan IFG Life sebagai kelanjutan dari Jiwasraya,” tegas Gatot.
Ia menekankan bahwa IFG Life adalah perusahaan asuransi jiwa baru yang berkomitmen menjalankan bisnis secara profesional dan transparan. Langkah ini sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.
Dengan tata kelola yang akuntabel dan budaya bisnis yang sehat, IFG Life berharap dapat menjadi simbol kebangkitan industri asuransi BUMN yang bersih dan kompetitif.
Masuki Fase Pertumbuhan: Agresif Jalin Kolaborasi Strategis
Setelah tahap transisi selesai, IFG Life kini memasuki fase pertumbuhan bisnis. Perusahaan mulai memperluas jangkauan melalui kerja sama strategis dengan berbagai mitra perbankan.
Salah satu kolaborasi utama datang dari Bank BTN, yang menjadi mitra terbesar dalam pengembangan produk asuransi jiwa kredit (AJK).
Selain BTN, IFG Life juga telah menggandeng sejumlah bank lain seperti Bank Mantap, Bank Sulselbar, dan Bank Sulutgo.
Strategi ini menandakan bahwa IFG Life tidak hanya berfokus pada pemulihan, tetapi siap tampil sebagai pemain besar yang kompetitif di sektor asuransi nasional.
Kesimpulan
IFG dan IFG Life sedang menjalani transformasi besar. Dengan mengedepankan prinsip bisnis sehat, tata kelola yang kuat, serta program ESG yang berdampak sosial, IFG ingin memastikan bahwa industri asuransi BUMN tidak lagi dikaitkan dengan krisis masa lalu.
Kemenangan di ESG Appreciation 2025 menjadi bukti bahwa perubahan ini bukan hanya slogan, tetapi sudah mulai terlihat hasilnya.
Jika konsistensi terus dijaga, IFG berpotensi menjadi tonggak besar dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi di Indonesia.

