Bank Mega Syariah Catat Lonjakan Nasabah Gen Z dan Milenial, Kinerja Menguat

Cuaninsight – PT Bank Mega Syariah mencatat kinerja positif sepanjang akhir 2025, seiring meningkatnya minat pendaftaran ibadah haji dari kalangan generasi muda. Tren ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan dana pihak ketiga, tetapi juga memperluas basis nasabah perseroan secara signifikan.

Berdasarkan laporan internal perusahaan, volume tabungan Bank Mega Syariah tumbuh lebih dari 8,05 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di saat yang sama, jumlah rekening nasabah meningkat lebih dari 4,8 persen (yoy), menandakan tingginya tingkat akuisisi pengguna baru.

Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji atau yang akrab disapa Oney, menyebutkan bahwa tabungan haji kini menjadi salah satu produk utama yang mendorong pertumbuhan bisnis perseroan.

“Saat ini Bank Mega Syariah semakin menjadi pilihan masyarakat dalam merencanakan keuangan untuk ibadah haji dan umrah. Sepanjang 2025, kami telah memberangkatkan lebih dari 4.400 jamaah haji,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Perubahan Profil Nasabah: Milenial dan Gen Z Mendominasi

Fenomena menarik terjadi pada struktur nasabah tabungan haji Bank Mega Syariah. Jika sebelumnya didominasi kelompok usia matang, kini segmen usia produktif justru menjadi motor pertumbuhan utama.

Hingga Desember 2025, kelompok Milenial (usia 29–44 tahun) mencatat porsi pertumbuhan akuisisi terbesar, mencapai 43 persen. Posisi berikutnya ditempati Gen X (usia 44–57 tahun) dengan kontribusi sekitar 26,5 persen.

Sementara itu, kelompok Generasi Z menunjukkan pertumbuhan paling agresif secara tahunan, yakni mencapai 39,1 persen.

“Kami melihat kesadaran untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini tumbuh sangat pesat, khususnya di kalangan anak muda,” jelas Oney.

Perubahan demografi ini menjadi sinyal positif bagi industri perbankan syariah, karena nasabah muda cenderung memiliki siklus finansial lebih panjang dan potensi loyalitas yang tinggi.

Produk Tabungan Haji Jadi Daya Tarik Utama

Lonjakan minat haji dari generasi muda tidak lepas dari kemudahan produk Tabungan Haji iB yang ditawarkan Bank Mega Syariah. Produk ini menggunakan akad mudharabah mutlaqah, bebas biaya administrasi bulanan, serta terintegrasi langsung dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) milik Kementerian Agama.

Dengan sistem tersebut, nasabah dapat langsung memperoleh nomor porsi haji setelah memenuhi setoran awal, tanpa proses yang berbelit.

Di tengah waktu tunggu keberangkatan haji yang bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun, menabung sejak usia muda menjadi strategi rasional agar calon jamaah dapat berangkat dalam kondisi fisik yang masih optimal.

Digitalisasi Lewat Aplikasi M-Syariah

Dari sisi layanan, Bank Mega Syariah juga mengoptimalkan platform digital melalui aplikasi M-Syariah. Nasabah kini dapat membuka tabungan haji sepenuhnya secara online tanpa harus datang ke kantor cabang.

Digital onboarding ini terbukti efektif menjangkau segmen Gen Z dan Milenial yang terbiasa bertransaksi melalui ponsel.

Bagi perseroan, digitalisasi bukan hanya menekan biaya operasional, tetapi juga mempercepat akuisisi nasabah baru, terutama di kota-kota tier dua dan tiga yang belum memiliki banyak kantor cabang bank syariah.

Program Loyalitas Perkuat Retensi Nasabah

Sebagai bagian dari strategi menjaga loyalitas, Bank Mega Syariah juga menggelar program Poin Haji Berkah yang berlangsung dari 1 April 2025 hingga 31 Maret 2026.

Pada 15 Januari 2026, perseroan kembali mengumumkan 20 pemenang tahap ketiga yang mendapatkan beragam hadiah menarik. Pemenang dipilih secara acak berdasarkan kriteria poin transaksi dan saldo tabungan.

Program ini masih menyisakan satu tahap undian lagi serta satu kali grand prize, sehingga berpotensi terus mendorong peningkatan saldo rata-rata tabungan hingga akhir periode program.

Prospek Positif bagi Bisnis Perbankan Syariah

Tren meningkatnya minat haji dari generasi muda menjadi katalis positif bagi pertumbuhan jangka panjang Bank Mega Syariah. Selain memperkuat dana murah (CASA), tabungan haji juga menciptakan ekosistem cross-selling untuk produk pembiayaan, investasi syariah, dan layanan umrah.

Bagi investor dan pelaku pasar, pergeseran demografi ini mencerminkan peluang ekspansi bisnis perbankan syariah yang semakin luas, seiring meningkatnya literasi keuangan dan religiusitas generasi muda Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *