Asuransi Digital Bersama Siapkan Rights Issue 684,93 Juta Saham pada 2026
Cuaninsight – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menyiapkan langkah strategis untuk mempertebal struktur permodalan melalui aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mengungkapkan rencana penerbitan maksimal 684,93 juta saham baru.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan permodalan industri asuransi digital yang terus berkembang, sekaligus untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait ketentuan ekuitas minimum perusahaan asuransi.
Detail Saham Baru yang Akan Diterbitkan
Dalam rencana tersebut, YOII akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 684.937.500 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham ini berasal dari saham portepel perseroan dan akan dicatatkan di BEI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manajemen menyampaikan bahwa jumlah saham yang benar-benar diterbitkan nantinya masih akan disesuaikan dengan kebutuhan dana aktual perseroan serta harga pelaksanaan rights issue yang akan ditetapkan kemudian.
Artinya, angka 684,93 juta saham merupakan batas maksimal penerbitan dalam skema PMHMETD I ini.
Jadwal RUPSLB dan Persetujuan OJK
Untuk merealisasikan rencana tersebut, YOII akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.
Rights issue baru dapat dilaksanakan setelah dua syarat utama terpenuhi:
- Persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB.
- Pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK.
Jika terdapat perubahan terkait jumlah maksimum saham yang akan diterbitkan, perseroan berkomitmen untuk mengumumkannya bersamaan dengan pemanggilan RUPSLB pada 6 Februari 2026.
YOII menargetkan proses PMHMETD I dapat dilaksanakan pada tahun 2026, dengan batas waktu maksimal 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.
Dana Rights Issue Fokus untuk Modal Kerja
Manajemen menegaskan bahwa seluruh dana hasil penambahan modal, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan.
Penguatan modal kerja ini dinilai krusial untuk:
- mendukung ekspansi bisnis asuransi digital,
- meningkatkan kapasitas underwriting,
- memperkuat sistem teknologi dan layanan digital, serta
- menjaga tingkat solvabilitas (risk based capital) sesuai standar industri.
Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 23 Tahun 2023 mengenai kewajiban ekuitas minimum bagi perusahaan asuransi dan reasuransi.
Potensi Dilusi Saham hingga 16,67%
Dari sisi pemegang saham, penerbitan saham baru melalui PMHMETD I berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga maksimal 16,67% bagi investor yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue.
Dengan demikian, pemegang saham lama dihadapkan pada dua pilihan utama:
- mengeksekusi HMETD untuk mempertahankan persentase kepemilikan, atau
- menerima penurunan porsi kepemilikan jika tidak berpartisipasi.
Agenda RUPSLB sendiri tidak hanya membahas persetujuan PMHMETD I, tetapi juga mencakup perubahan Anggaran Dasar perseroan, yang akan disesuaikan dengan struktur permodalan baru pasca rights issue.
Implikasi bagi Investor dan Prospek YOII
Bagi pelaku pasar, rencana rights issue YOII dapat dipandang sebagai sinyal bahwa perseroan tengah bersiap memasuki fase pertumbuhan lanjutan. Penguatan modal membuka ruang bagi perusahaan untuk memperluas portofolio produk asuransi digital, meningkatkan penetrasi pasar, serta memperkuat infrastruktur teknologi.
Namun, investor juga perlu mencermati:
- harga pelaksanaan rights issue,
- rasio HMETD,
- rencana penggunaan dana secara detail, serta
- dampak jangka pendek terhadap laba per saham (EPS).
Jika dana hasil rights issue dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendorong pertumbuhan premi dan efisiensi operasional, aksi korporasi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja YOII dalam jangka menengah hingga panjang.

