Anak Hashim Masuk ke TRIN, Saham Melonjak 1.062%! Apa Prospek dan Potensi Harganya?

Cuaninsight – Pergerakan saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) kembali menarik perhatian para investor. Rabu (10/12/2025), TRIN diperdagangkan di level Rp 1.360 per saham, naik 9,68% hanya dalam beberapa jam perdagangan. Lonjakan ini memperpanjang tren melesatnya saham TRIN sejak awal kuartal keempat 2025.

Padahal, bila ditarik ke belakang, pada 6 Oktober 2025 harga TRIN masih berada di Rp 112 per saham. Artinya, saham ini telah meroket lebih dari 1.062% year-to-date—angka yang biasanya hanya terlihat pada saham-saham gorengan atau emiten yang tengah mengalami restrukturisasi besar-besaran.

Kenaikan fantastis ini membuat TRIN masuk radar Unusual Market Activity (UMA) Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2025. Namun, alih-alih mereda, sentimen pasar justru semakin kuat. Salah satu pemicunya: masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, putri dari tokoh bisnis Hashim Djojohadikusumo, ke dalam struktur pemegang saham TRIN.

Masuknya Anak Hashim Jadi Pemicu Utama Lonjakan Harga

Dalam keterbukaan informasi, Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, mengungkapkan bahwa perusahaan mengalihkan 5% saham kepada Rahayu Saraswati. Tidak berhenti di situ, Rahayu disebut berencana meningkatkan kepemilikan hingga 20% sesuai mekanisme yang telah disepakati.

Penambahan kepemilikan ini menjadi sinyal penting bagi pasar. Masuknya figur besar seperti keluarga Djojohadikusumo sering dipandang sebagai indikasi:

  • Penguatan permodalan
  • Perluasan jaringan strategis
  • Dukungan ekosistem bisnis lintas sektor

Emiten properti yang menggandeng investor besar umumnya mendapat sentimen positif, terutama jika terdapat potensi transformasi bisnis. Adapun proses pengalihan dilakukan oleh dua pemegang saham besar TRIN:

  • PT Kunci Daud Indonesia (39,64%)
  • PT Intan Investama Internasional (32,43%)

Perjanjian keduanya ditandatangani pada 2 Desember 2025.

Harga Acuan Saham TRIN: Potensi ‘Diskon’ Masih Ada?

TRIN menyatakan harga referensi pengalihan saham akan menggunakan rata-rata harga saham pada 1–24 Oktober 2025. Data Bloomberg menunjukkan harga rata-rata periode tersebut berada di Rp 204 per saham.

Jika TRIN benar mengalihkan saham di kisaran harga tersebut, maka posisi Rahayu bisa dikategorikan sangat menguntungkan dibanding harga pasar saat ini yang sudah melambung jauh.

Bagi investor ritel, hal ini menjadi peringatan sekaligus peluang:

  • Peringatan, karena kenaikan fantastis dalam waktu singkat berpotensi membentuk bubble.
  • Peluang, karena investor besar biasanya tidak masuk bila tidak melihat prospek pertumbuhan jangka panjang.

Arah Baru TRIN: Fokus Proyek, Rumah Tapak, Logistik Park, Hingga Data Center

TRIN menegaskan bahwa perubahan pemegang saham tidak mengubah struktur pengendalian. Kendali tetap berada pada pemegang saham sebelumnya.

Namun untuk arah bisnis, manajemen memberikan gambaran yang cukup agresif. TRIN akan fokus pada:

  • Percepatan pelaksanaan proyek berjalan
  • Pengembangan rumah tapak
  • Pembangunan logistics park
  • Investasi di sektor data center
  • Pengembangan ruang hidup yang berkelanjutan & berbudaya

Fokus pada sektor rumah tapak dan data center menunjukkan bahwa TRIN mulai memperluas portofolio dari sekadar properti residensial ke segmen infrastruktur digital—sektor yang punya pertumbuhan tinggi.

Hubungan TRIN dengan Perusahaan Keluarga Djojohadikusumo

Ishak menegaskan bahwa masuknya Rahayu tidak otomatis menjadikan TRIN berada satu grup dengan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) ataupun perusahaan lain milik keluarga Djojohadikusumo.

Namun, ia menambahkan bahwa TRIN dapat menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang lebih luas milik keluarga tersebut.

Artinya, peluang kolaborasi strategis tetap terbuka—tanpa membuat TRIN mengalami merger struktural.

Kesimpulan: Apakah TRIN Masih Menarik?

Dari sudut pandang Cuan Insight, ada beberapa poin penting:

Positif

Masuknya investor besar → sentimen kuat

Arah bisnis ke sektor prospektif (data center, logistik, rumah tapak)

Potensi kolaborasi ekosistem keluarga Djojohadikusumo

Momentum kenaikan harga masih terjaga

Negatif

Kenaikan harga 1.062% → risiko koreksi sangat tinggi

Label UMA → BEI mengawasi pergerakan

Harga pasar saat ini jauh di atas harga fundamental sebelumnya

Verdict

TRIN cocok untuk investor yang high risk – high return dan paham volatilitas tinggi. Sentimen positif bisa berlanjut jika proses pengalihan ke Rahayu selesai dan roadmap bisnis TRIN dijalankan dengan konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *