Adira Finance Dapat Suntikan Dana Rp 1,67 Triliun dari MUFG Singapura

Cuaninsight – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) kembali memperkuat struktur pendanaannya di penghujung 2025. Perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari kelompok usaha Bank Danamon dan MUFG tersebut resmi mendapatkan fasilitas pinjaman berjangka dari MUFG Bank Ltd Singapura dengan nilai setara Rp 1,67 triliun. Pendanaan baru ini diharapkan mampu memperkuat kebutuhan modal operasional sekaligus mendukung ekspansi bisnis Adira Finance di tahun-tahun mendatang.

Kesepakatan ini tertuang dalam penandatanganan facility agreement pada Rabu, 12 November 2025, dan diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 13 November 2025. Nilai fasilitas pinjaman mencapai USD 100 juta, mengacu pada kurs rupiah sekitar Rp16.728 per dolar AS.

Detail Pinjaman: Jangka Waktu 36 Bulan dan Bunga Tetap

Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Veronika Dyah Puspitaningrum, menjelaskan bahwa dana pinjaman akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum. Mulai dari pembiayaan operasional, perluasan bisnis, hingga diversifikasi sumber pendanaan.

Pinjaman ini memiliki sejumlah ketentuan penting:

  • Tenor 36 bulan sejak tanggal pencairan.
  • Skema pelunasan dilakukan dalam 12 kali cicilan triwulanan.
  • Menggunakan tingkat bunga tetap, sehingga memberikan kepastian beban biaya pendanaan di tengah risiko fluktuasi suku bunga global.

Veronika menambahkan bahwa perjanjian pinjaman ini juga memuat financial covenants, antara lain:

  • Rasio utang terhadap modal bersih maksimal 10 kali.
  • Rasio aset bermasalah bersih maksimal 5%.

Klausul change of control, yaitu ketentuan yang berlaku jika pemegang saham pengendali berubah, khususnya jika PT Bank Danamon Indonesia Tbk tidak lagi menjadi pemegang saham utama.

Perjanjian ini tunduk pada hukum Singapura, sementara seluruh aspek pelaporan dipastikan mengikuti aturan OJK dan Bank Indonesia.

Dampak Positif bagi Likuiditas dan Struktur Pendanaan

Adira Finance menilai fasilitas pinjaman dari MUFG Singapura ini memberikan dampak strategis bagi perseroan. Sebagai bagian dari kelompok usaha MUFG, hubungan Adira Finance dan MUFG Singapura memang memiliki keterkaitan afiliasi. Meski demikian, fasilitas ini dianggap sebagai langkah positif untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus memperluas sumber pembiayaan dari institusi global.

Menurut Veronika, pinjaman berjangka ini akan:

  • Menambah sumber pendanaan jangka menengah.
  • Memberikan stabilitas biaya dana melalui skema bunga tetap.
  • Mengoptimalkan diversifikasi pendanaan dari luar negeri.
  • Memperkuat kepercayaan investor dan mitra global, terutama terkait profil risiko Adira.

Perseroan memastikan bahwa perjanjian pinjaman tersebut tidak menimbulkan dilusi saham, tidak mengubah pengendalian perusahaan, dan tidak berdampak negatif terhadap operasional maupun kondisi keuangan Adira Finance.

Aksi Korporasi Lain: Adira Rampungkan Akuisisi Portofolio Arthaasia Finance

Sebelum menerima suntikan dana dari MUFG Singapura, Adira Finance juga mencatat langkah korporasi penting di November 2025. Pada 7 November 2025, Adira menyelesaikan akuisisi portofolio pembiayaan kendaraan dari PT Arthaasia Finance (AAF) dengan nilai transaksi Rp 1,06 triliun.

Akuisisi ini mencakup portofolio pembiayaan dalam cakupan berikut:

  • Pembiayaan kendaraan komersial untuk pemilik usaha dan UMKM.
  • Pembiayaan kendaraan komersial untuk pelanggan korporasi.
  • Kontrak pembelian dengan skema angsuran.
  • Asuransi terkait portofolio yang dialihkan dari AAF kepada Adira.

Proses pengalihan diselesaikan melalui penandatanganan akta pengalihan, akta novasi I, dan akta novasi II. Dana untuk akuisisi ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan, menunjukkan kemampuan pendanaan Adira yang solid.

Veronika menjelaskan bahwa akuisisi ini akan:

  • Menambah total aset perusahaan.
  • Meningkatkan profitabilitas jangka panjang.
  • Memperluas jaringan konsumen dan mitra usaha.
  • Memperkuat posisi pasar Adira, khususnya di pembiayaan kendaraan komersial.

Kesimpulan

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Adira Finance untuk memperkuat fundamental pendanaan sekaligus memperluas pangsa pasar. Suntikan dana setara Rp1,67 triliun dari MUFG Singapura memberikan ruang gerak lebih besar untuk ekspansi dan stabilitas biaya pendanaan, sementara akuisisi portofolio AAF memperbesar basis aset dan jangkauan bisnis perusahaan.

Gabungan kedua langkah korporasi ini menegaskan komitmen Adira Finance dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dan persaingan industri pembiayaan yang semakin ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *