Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Ini Daftar Harga Lengkap 19 September 2026
Cuaninsight – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Sabtu, 19 September 2026. Harga emas Antam hari ini naik Rp15.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya. Dalam dua hari terakhir, harga emas Antam tercatat sudah menguat Rp40.000 per gram.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada perdagangan Sabtu dipatok Rp2.628.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga naik Rp15.000 menjadi Rp2.473.000 per gram.
Harga jual dan buyback merupakan dua angka berbeda yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum melakukan transaksi emas. Harga jual merupakan nominal yang dibayarkan konsumen ketika membeli emas batangan Antam, sedangkan harga buyback adalah nilai yang diterima pemilik ketika menjual kembali emas tersebut kepada Antam.
Daftar Harga Emas Antam 19 September 2026
Kenaikan harga emas Antam juga tercermin pada berbagai ukuran pecahan. Berikut daftar harga emas Antam pada Sabtu, 19 September 2026:
0,5 gram: Rp1.369.000
1 gram: Rp2.638.000
2 gram: Rp5.226.000
3 gram: Rp7.821.000
5 gram: Rp13.005.000
10 gram: Rp25.930.000
25 gram: Rp64.660.000
50 gram: Rp129.155.000
100 gram: Rp258.160.000
250 gram: Rp645.090.000 (pre-order)
500 gram: Rp1.289.900.000 (pre-order)
1.000 gram: Rp2.578.600.000 (pre-order)
Perlu diperhatikan, harga pecahan emas tidak selalu merupakan hasil perkalian langsung harga satu gram. Harga per pecahan dapat berbeda karena adanya struktur harga dan biaya yang berlaku pada masing-masing produk.
Harga Emas Antam Masih di Bawah Rekor 2026
Meskipun kembali naik, harga emas Antam saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang sejarah yang dicatat pada 2026.
Pada Kamis, 29 Januari 2026, harga emas Antam pernah mencapai Rp3.168.000 per gram. Pada saat yang sama, harga buyback emas Antam mencapai Rp2.989.000 per gram.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa harga emas batangan dapat mengalami perubahan cukup besar dalam periode tertentu. Karena itu, masyarakat yang ingin membeli maupun menjual emas perlu memperhatikan harga terbaru sebelum bertransaksi.
Harga emas Antam sendiri dapat berubah mengikuti perkembangan harga emas dunia dan kondisi pasar. Selain harga global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga emas dalam negeri.
Emas Dunia Menguat, Tembus Level Tertinggi Sepekan
Penguatan emas Antam terjadi ketika harga emas dunia juga bergerak naik. Harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam satu minggu pada perdagangan Jumat, 18 September 2026 atau Sabtu pagi waktu Jakarta.
Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.352,39 per ons. Harga tersebut sempat mencapai level tertinggi sejak 11 September pada sesi perdagangan sebelumnya. Secara mingguan, emas spot tercatat naik sekitar 0,2%.
Sementara itu, harga emas berjangka justru turun tipis 0,2% menjadi US$4.390,30 per ons.
Salah satu faktor yang mendukung emas adalah koreksi harga minyak mentah. Penurunan harga minyak dinilai dapat meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang berkepanjangan.
Presiden World Markets EverBank Chris Gaffney mengatakan penurunan minyak memberikan ruang bagi pasar untuk mengurangi kekhawatiran inflasi. Menurutnya, sebagian investor sebelumnya mengambil posisi jual karena memperkirakan suku bunga AS akan meningkat, tetapi posisi tersebut kemudian ditutup.
Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Perhatian
Di sisi lain, penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan harga emas dunia. Dolar yang menguat membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
The Fed juga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%–4% pada Rabu. Bank sentral AS sekaligus memberikan sinyal bahwa masih terdapat kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 58% untuk kenaikan suku bunga berikutnya ketika pejabat The Fed kembali bertemu pada Oktober, berdasarkan CME FedWatch.
Suku bunga menjadi faktor penting bagi pasar emas karena kenaikan imbal hasil aset berbasis bunga dapat mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan yield.
Bank of Japan juga menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun dan memberikan sinyal terbukanya kemungkinan kenaikan biaya pinjaman lebih lanjut.
Emas Menguji Resistance US$4.400–US$4.440
Dari sisi teknikal, emas dunia kini menghadapi area resistance penting. Chris Gaffney melihat harga emas sedang menguji kisaran US$4.400 hingga US$4.440 per ons.
Jika mampu bergerak melewati area tersebut, harga emas berpotensi mendapatkan ruang untuk melanjutkan penguatan. Namun, perkembangan suku bunga, dolar AS, inflasi, serta kondisi geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Permintaan fisik juga menunjukkan kondisi yang berbeda di sejumlah pasar. Permintaan emas di India cenderung melemah karena pembeli menunggu kemungkinan harga yang lebih rendah. Sementara itu, premi emas di China relatif stabil dan masih mendapat dukungan dari permintaan investasi.
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan mingguan. Harga perak spot naik 1,8% menjadi US$66,37 per ons, platinum naik 1,7% menjadi US$1.798,30, dan paladium menguat 1% menjadi US$1.303,46.
Dengan harga emas Antam yang kembali naik Rp15.000 pada 19 September, perkembangan harga emas global dan kebijakan bank sentral akan tetap menjadi perhatian pasar. Bagi masyarakat yang ingin bertransaksi, pembaruan harga secara berkala penting dilakukan karena harga emas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
