Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp87,3 Miliar, Kepemilikan Kini Tembus 5,15%

Cuaninsight – Morgan Stanley and Co International Plc menambah kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Transaksi pembelian saham tersebut dilakukan pada 21 Agustus 2026 dan membuat kepemilikan Morgan Stanley di GOTO kini menembus 5,15%.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Morgan Stanley membeli sebanyak 3.795.863.900 saham GOTO dengan harga Rp23 per saham. Transaksi tersebut dilakukan dalam dua tahap.

Pembelian pertama mencapai 3.138.522.500 saham dengan nilai sekitar Rp72,18 miliar. Selanjutnya, Morgan Stanley kembali membeli 657.341.400 saham GOTO dengan nilai sekitar Rp15,11 miliar.

Jika digabungkan, total nilai transaksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp87,30 miliar.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan bahwa transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi dengan status kepemilikan langsung. Morgan Stanley juga bukan merupakan pihak pengendali GOTO.

Kepemilikan Morgan Stanley Tembus 5,15%

Setelah transaksi tersebut, jumlah saham GOTO yang dimiliki Morgan Stanley meningkat menjadi 59.368.333.838 saham.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5,1563% dari total kepemilikan saham GOTO. Sebelum transaksi dilakukan, Morgan Stanley tercatat memiliki 55.572.469.938 saham atau sekitar 4,8267%.

Dengan demikian, aksi pembelian tersebut meningkatkan kepemilikan Morgan Stanley sekitar 0,33 poin persentase.

Kenaikan kepemilikan tersebut menjadi perhatian karena Morgan Stanley merupakan salah satu nama besar di industri keuangan global. Namun, transaksi ini secara resmi disebut sebagai investasi dan tidak menjadikan Morgan Stanley sebagai pengendali GOTO.

Saham GOTO Masih Bertahan di Rp50

Di tengah aksi pembelian Morgan Stanley, harga saham GOTO pada perdagangan Kamis berada di level Rp50 per saham.

Berdasarkan data RTI yang dikutip dalam laporan tersebut, saham GOTO tidak mengalami perubahan atau stagnan di Rp50. Harga tersebut sekaligus menjadi level tertinggi dan terendah saham GOTO pada perdagangan hari itu.

Saham GOTO tercatat diperdagangkan sebanyak 821 kali dengan volume mencapai 37.383.296 saham. Nilai transaksi saham GOTO pada perdagangan tersebut mencapai sekitar Rp91,3 miliar.

Kondisi harga saham yang berada di level Rp50 menjadi perhatian tersendiri karena level tersebut merupakan batas harga minimum perdagangan saham di BEI.

GOTO Keluar dari Indeks MSCI

Penambahan saham oleh Morgan Stanley terjadi tidak lama setelah GOTO menghadapi kabar kurang menyenangkan dari penyedia indeks global MSCI.

Dalam tinjauan indeks Agustus 2026, MSCI mengeluarkan GOTO dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari MSCI Global Standard Indexes.

MSCI menjelaskan bahwa keputusan terkait GOTO berkaitan dengan potensi persoalan replikasi indeks akibat likuiditas saham yang sangat rendah.

Saham GOTO telah diperdagangkan pada harga minimum Rp50 di BEI sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam evaluasi indeks.

MSCI kemudian menggunakan harga sistem terendah dalam memperlakukan GOTO dalam indeks MSCI Indonesia Investable Market Index.

Manajemen GOTO Beri Respons

Manajemen GOTO sebelumnya menyatakan bahwa keputusan MSCI tersebut bersifat teknis dan tidak mencerminkan kinerja fundamental perseroan.

Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, mengatakan perusahaan memahami keputusan MSCI dan menyadari kabar tersebut dapat mengecewakan sebagian pemegang saham.

Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan harga saham GOTO yang berada di level terendah serta rendahnya volume perdagangan, bukan disebabkan oleh performa bisnis perusahaan.

Di sisi lain, GOTO menyoroti kinerja keuangan yang dinilai menunjukkan perkembangan positif.

Pada kuartal kedua 2026, perseroan mencatat laba bersih Rp252 miliar dan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun. EBITDA grup yang disesuaikan juga disebut telah menembus Rp1 triliun untuk pertama kalinya.

Manajemen tetap menargetkan EBITDA grup yang disesuaikan sepanjang tahun berada di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

IHSG Menguat 1,31 Persen

Sementara itu, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis berlangsung positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,31% ke level 6.490,55.

Indeks LQ45 juga naik 1,08% menjadi 639,19. Hampir seluruh indeks saham acuan tercatat berada di zona hijau.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada level tertinggi 6.512,10 dan terendah 6.376,65.

Sebanyak 541 saham mengalami kenaikan, sementara 115 saham melemah dan 129 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Total frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,69 juta kali dengan volume perdagangan 29,7 miliar saham. Nilai transaksi harian di BEI mencapai sekitar Rp11 triliun.

Morgan Stanley Tambah Saham GOTO di Tengah Tekanan Indeks

Aksi Morgan Stanley menambah kepemilikan saham GOTO menjadi sorotan karena dilakukan ketika saham perusahaan masih berada di level Rp50 dan baru saja dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard.

Kepemilikan Morgan Stanley yang kini mencapai 5,1563% menunjukkan adanya tambahan eksposur terhadap saham GOTO. Namun, transaksi tersebut secara resmi dikategorikan sebagai investasi dan bukan aksi untuk mengambil alih kendali perusahaan.

Di sisi lain, keluarnya GOTO dari indeks MSCI menjadi tantangan tersendiri bagi emiten tersebut, terutama dari sisi likuiditas dan perhatian investor global.

Manajemen GOTO sendiri menegaskan bahwa keputusan MSCI bersifat teknis. Perseroan memilih tetap berfokus pada kinerja operasional dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Dengan demikian, perkembangan kepemilikan Morgan Stanley, harga saham GOTO, serta langkah GOTO setelah keluar dari indeks MSCI akan menjadi hal yang menarik untuk terus dicermati investor di pasar modal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *