ShopeePay dan Bank Indonesia Perkuat Ekosistem UMKM Digital di KKM & DIGIMAFEST 2026
Cuan Insight– Bank Indonesia (BI) bersama ShopeePay memperkuat kolaborasi dalam mempercepat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui ajang Karya Kreatif Mataraman (KKM) & DIGIMAFEST 2026 yang digelar di Kediri pada 26–28 Juni 2026.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong adopsi pembayaran digital yang lebih luas, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sekaligus membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan”, kegiatan tersebut mempertemukan regulator, penyedia layanan pembayaran digital, pelaku UMKM, serta masyarakat dalam satu forum kolaboratif.
Kolaborasi Dorong Transformasi Ekonomi Digital
KKM & DIGIMAFEST 2026 menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi digital, khususnya di sektor UMKM.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan industri teknologi finansial, pelaku usaha diharapkan semakin mudah mengakses layanan pembayaran digital yang aman dan efisien.
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, mengatakan bahwa percepatan ekonomi digital membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pihak.
Menurutnya, pembayaran digital tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
ShopeePay, lanjut Eka, terus mendukung berbagai inisiatif Bank Indonesia yang bertujuan memperluas penggunaan sistem pembayaran digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.
Literasi Keuangan Menjadi Fokus Utama
Selain memperkenalkan teknologi pembayaran, ShopeePay juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan literasi keuangan digital. Meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai keamanan transaksi agar risiko kejahatan siber dapat diminimalkan.
Karena itu, ShopeePay bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam berbagai kegiatan edukasi selama penyelenggaraan KKM & DIGIMAFEST 2026.
Salah satunya melalui talkshow bertajuk “KLIK AMAN: Perempuan Cerdas Finansial, Aman di Era Digital”, yang membahas pentingnya pengelolaan keuangan sekaligus perlindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial.
Pengguna QRIS ShopeePay di Kediri Terus Bertambah
Pertumbuhan penggunaan pembayaran digital di wilayah Kediri juga menunjukkan tren yang positif. ShopeePay mencatat jumlah pengguna aktif QRIS di Kota dan Kabupaten Kediri meningkat lebih dari 70 persen dalam beberapa bulan terakhir.
Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital, sekaligus menunjukkan bahwa QRIS semakin banyak dimanfaatkan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Bagi pelaku UMKM, perkembangan ini membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas jangkauan pelanggan.
Kenalkan QRIS Tap dan QRIS Antarnegara
Dalam ajang KKM & DIGIMAFEST 2026, ShopeePay turut memperkenalkan sejumlah inovasi terbaru untuk mendukung transformasi digital UMKM.
Salah satunya adalah QRIS Tap, layanan pembayaran berbasis teknologi Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan transaksi dilakukan lebih cepat hanya dengan mendekatkan perangkat ke mesin pembaca.
Selain itu, ShopeePay juga menghadirkan QRIS Antarnegara (Cross-Border QRIS) yang memungkinkan transaksi lintas negara menggunakan standar QRIS.
Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara, sekaligus meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi usaha.

Edukasi Keamanan Transaksi Digital
Selama acara berlangsung, ShopeePay menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi mengenai manfaat pembayaran digital sekaligus tips menjaga keamanan saat bertransaksi.
Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai berbagai modus kejahatan digital seperti phishing, social engineering, penyalahgunaan kode One-Time Password (OTP), hingga penipuan yang mengatasnamakan layanan pelanggan.
Pengguna juga diimbau untuk tidak membagikan PIN maupun OTP kepada siapa pun serta segera melakukan pengamanan akun apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
ShopeePay Terapkan Sistem Keamanan Berlapis
Sebagai bagian dari komitmen melindungi pengguna, ShopeePay menerapkan berbagai lapisan keamanan dalam sistem layanannya.
Teknologi yang digunakan meliputi enkripsi data, proses Know Your Customer (KYC), Fraud Detection System (FDS), pemantauan Anti-Money Laundering (AML), patroli siber, audit keamanan secara berkala, hingga autentikasi dua faktor (2FA) menggunakan OTP saat pembuatan maupun perubahan PIN.
Langkah tersebut bertujuan memberikan pengalaman transaksi yang aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembayaran digital.
Dukung Ekonomi Digital yang Inklusif
Kolaborasi antara Bank Indonesia dan ShopeePay dalam KKM & DIGIMAFEST 2026 menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia.
Melalui edukasi, inovasi pembayaran digital, serta penguatan sistem keamanan, kedua pihak berharap semakin banyak UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing usahanya.
Ke depan, sinergi antara regulator, industri, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas adopsi pembayaran digital sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia.

