Harga Emas Melonjak, Industri Perhiasan Indonesia Makin Menjanjikan
Cuaninsight – Kenaikan harga emas dunia yang terus terjadi sejak akhir tahun 2025 ternyata tidak membuat industri perhiasan nasional kehilangan daya tarik. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia, sektor perhiasan Indonesia justru dinilai masih memiliki prospek cerah untuk terus berkembang.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian optimistis industri perhiasan dalam negeri tetap mampu bertahan dan menjadi salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap ekspor nasional serta penyerapan tenaga kerja.
Meningkatnya harga emas memang mendorong sebagian masyarakat memilih emas batangan sebagai instrumen investasi. Namun, perhiasan dinilai tetap memiliki nilai lebih karena tidak hanya berfungsi sebagai aset penyimpanan kekayaan, tetapi juga memiliki unsur estetika, gaya hidup, dan koleksi.
Perhiasan Tetap Dicari Meski Harga Emas Naik
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa tren kenaikan harga logam mulia tidak akan menghilangkan minat masyarakat terhadap perhiasan emas maupun batu mulia.
Menurutnya, perhiasan memiliki fungsi ganda yang membuat permintaannya tetap stabil dalam jangka panjang. Selain bisa dijadikan investasi, produk perhiasan juga menjadi bagian dari aksesori fesyen yang memiliki nilai seni dan identitas budaya.
Masyarakat dinilai akan tetap membeli perhiasan emas, perak, batu mulia, maupun batu permata karena produk tersebut memiliki nilai emosional dan estetika yang tidak dimiliki emas batangan biasa.
Permintaan Emas Dunia Naik Signifikan
Berdasarkan data World Gold Council, permintaan emas batangan global terus mengalami peningkatan sepanjang 2025. Total permintaan mencapai 1.402 ton atau naik sekitar 16 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 1.208 ton.
Di sisi lain, konsumsi perhiasan emas di Indonesia memang mengalami penurunan. Konsumsi tercatat turun dari 22,8 ton pada 2024 menjadi 16,6 ton pada 2025.
Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut tidak langsung berdampak negatif terhadap industri perhiasan nasional. Sebab, sektor ini masih menunjukkan performa ekspor yang sangat kuat.
Ekspor Industri Perhiasan Melonjak Tajam
Kinerja industri perhiasan Indonesia justru menunjukkan pertumbuhan signifikan dari sisi perdagangan internasional. Nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia melonjak hingga 64,72 persen sepanjang 2025.
Nilai ekspor tercatat meningkat dari USD5,5 miliar pada 2024 menjadi USD9,1 miliar pada 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa produk perhiasan Indonesia masih memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan mayoritas pelaku industri kecil dan menengah masih memilih fokus memproduksi perhiasan dibanding beralih sepenuhnya ke bisnis logam mulia.
Menurutnya, pasar industri perhiasan masih sangat kuat, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Industri Perhiasan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Data BPS dan SIINas menunjukkan terdapat 539 unit usaha industri perhiasan di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 49 industri besar, 79 industri menengah, dan 411 industri kecil.
Sektor ini juga memiliki kontribusi penting terhadap penciptaan lapangan kerja dengan menyerap lebih dari 21 ribu tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia.
Produk ekspor utama industri perhiasan Indonesia didominasi barang perhiasan berbahan logam mulia selain perak dengan nilai mencapai USD7,64 miliar.

Kreativitas Jadi Kunci Daya Saing
Pemerintah menilai kekuatan industri perhiasan Indonesia terletak pada kreativitas desain dan sentuhan budaya lokal yang unik. Faktor tersebut menjadi nilai tambah yang membuat produk Indonesia memiliki ciri khas di pasar internasional.
Pelaku industri juga dinilai cukup fleksibel dalam berinovasi menggunakan berbagai jenis material, mulai dari emas, perak, hingga batu mineral lainnya sesuai kondisi pasar.
Selain itu, masyarakat tetap memiliki banyak pilihan investasi melalui emas perhiasan dengan kadar dan gramasi yang lebih terjangkau.
Perhiasan dengan desain menarik dan ukuran kecil dinilai masih menjadi pilihan favorit konsumen karena dapat digunakan sebagai aksesori sekaligus aset investasi jangka panjang.
Pemerintah Perkuat Ekosistem Industri Perhiasan
Untuk menjaga daya saing industri perhiasan nasional, Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem industri melalui berbagai program pembinaan.
Pemerintah aktif melakukan koordinasi dengan lembaga pembiayaan, asosiasi industri, hingga lembaga jasa bullion untuk mendukung pertumbuhan pelaku usaha.
Selain itu, berbagai program seperti promosi dagang, pameran, workshop ekspor, hingga bimbingan teknis juga terus dilakukan guna membantu industri kecil dan menengah memperluas

