Pembiayaan KUR Syariah BSI Tembus Rp1,65 Triliun, Ini Strateginya
Cuaninsight – Di tengah upaya pemulihan dan penguatan ekonomi nasional, sektor perbankan syariah terus memainkan peran penting dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya dilakukan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang telah menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah sebesar Rp1,65 triliun hingga Februari 2026.
Nilai tersebut setara dengan sekitar 11,1% dari total kuota pembiayaan tahun ini dan telah menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku usaha di berbagai daerah di Indonesia.
Fokus pada Sektor Produktif dan UMKM
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa penyaluran KUR syariah difokuskan pada sektor produktif yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Beberapa sektor utama yang menjadi target antara lain:
Makanan dan minuman halal
Jasa
Perdagangan
Dari total pembiayaan yang disalurkan, sekitar 65% dialokasikan ke sektor produksi, sementara 35% sisanya ke sektor non-produksi. Komposisi ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.
Tetap Selektif, Jaga Kualitas Pembiayaan
Meski agresif dalam penyaluran, BSI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Setiap pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi serta tren kualitas pembiayaan.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga portofolio tetap sehat dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko kredit bermasalah.
Menurut Kemas Erwan Husainy, keseimbangan antara ekspansi dan manajemen risiko menjadi kunci dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah dinamika ekonomi global.
Kinerja Pembiayaan BSI Tumbuh Positif
Secara keseluruhan, kinerja pembiayaan BSI menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Hingga Februari 2026, total pembiayaan perseroan mencapai Rp323 triliun atau tumbuh 14,32% secara tahunan (year on year).
Segmen ritel, termasuk UMKM, mencatat pembiayaan sebesar Rp52,43 triliun dengan pertumbuhan 6,10% yoy. Sementara itu, segmen konsumer juga memberikan kontribusi signifikan, terutama dari bisnis emas yang menunjukkan tren positif.
Perkuat Ekosistem UMKM dan Sektor Halal
Tidak hanya menyalurkan pembiayaan, BSI juga aktif memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai program pendukung.
Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain:
Pendampingan usaha dan pelatihan
Business matching untuk memperluas pasar
Layanan BSI UMKM Center
Pendampingan sertifikasi halal
Langkah ini bertujuan untuk membantu UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing, baik di pasar domestik maupun global.
Selain itu, tren positif sektor halal di awal 2026 juga menjadi katalis penting bagi pertumbuhan bisnis BSI ke depan.
Prospek 2026: UMKM dan Intermediasi Jadi Kunci
Ke depan, BSI optimistis pertumbuhan UMKM akan tetap solid, didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah dan program stimulus seperti KUR syariah.
Perseroan juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor ritel.
Optimalisasi fungsi intermediasi antara dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan menjadi strategi utama untuk menjaga kinerja tetap stabil dan berkelanjutan.

